Terkadang kita sulit mendapatkan informasi yang kongkrit mengenai sejarah, apalagi sejarah yang ingin kita ketahui adalah sejarah yang sudah terbilang sangat lampau, seperti pada kisah Sejarah Nusantara. Namun dibalik semua itu, sejarah tidak akan benar-benar kongkrit tanpa adanya bukti-bukti peninggalan sejarah baik itu bersifat bendawi maupun naskah yang ditulis secara langsung dizamannya.

Pada permukaan bumi ini kita hidup Berbangsa dan Bernegara bahkan sampai Bersuku-suku, dibaik semua itu masing-masing Bangsa, Negara, dan Suku mempunyai kebudayaan serta kisah sejarah terciptanya peradaban dimuka bumi ini, termasuk pada Asal-muasal Suku Bugis. Jadi kita akan membahas sejarah peradaban suku bugis yang terdapat pada bagian Timur Indonesia atau lebih tepatnya daerah Sulawesi Selatan.

Suku Bugis mempunyai kisah yang disebut I La Galigo yang merupakan bukti peninggalan kebudayaan orang Bugis yang paling tua dan sangat lama (kuno). Dan merupakan karya sastra terpanjang dunia melibihi kisah Mahabarata dari India dan karya Homeros dari Yunani. I La Galigo pun sudah ditetapkan sebagai warisan dunia dan diberi anugerah Memory of The World oleh UNESCO pada tahun 2011. Menurut Rahman (2006).

Representasi paling rinci dan koheren tentang asal-muasal peradaban di Sulawesi Selatan merujuk pada sebuah epos Bugis dari tanah Luwu, I La Galigo. Dalam cerita epik ini para dewa berkuasa di Dunia Atas dan Dunia Bawah. Suatu hari, Dewa Patotoe “Sang Penentu Takdir” memanggil para dewa untuk musyawarah dan menyepakati untuk mengirim anak dewa Patotoe yaitu Batara Guru ke Dunia Tengah utnuk menjadi manusia pertama, itulah yang disebut To Manurung. Dikarenakan Dunia Tengah sedang kodong melompong terkait laporan yang didapatkan.

We Nyiliktimo’ yaitu anak dari dewa penguasa dunia bawah juga dikirim ke bumi untuk menemani Batara Guru, maka menikahlah mereka, lalu kemudian beranak pinak, dan terbentuklah sistem kehidupan di dunia tengah.

selanjutnya kita akan membahas Asla-Muasal Suku Bugis berdasarkan dari Kanjian menurut Sejarah dan Antropologi, maupun Kajian menurut Mitos Kejadian.

Referensi : 

– Y. Andaya, Leonard. 2013. Warisan Arung Palakka Sejarah Sulawesi Selatan Abad Ke-17. Makassar:Ininnawa.

– Bandung, A. B. Takko. 2016. To Manurung Asal-Muasal Manusia Dalam Kebudayaan Bugis. Yogyakarta:Ombak


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *