Assalamualaikum Wr. Wb..
Nah kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman mengenai dunia HIKING, walaupun ini kali pertamanya saya membuat sebuah artikel mengenai perjalanan pendakian. Dimana saya akan menceritakan perjalanan saya dari “Puncak gunung Bawakaraeng”.
Gunung Bawakaraeng terletak di daerah Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa dan merupakan salah satu puncak gunung tertinggi yang berada di daerah Sul-Sel. Dimana memiliki ketinggian/elevasi 2830 MDPL. Gunung ini pun berada tidak jauh oleh tempat wisata yang hampir menyerupai puncak bogor,  dinamakan Malino atau Bukit Indah. Dan menurut cerita masyarakat sekitar yang berada dikaki pegunungan mempunyai banyak cerita mistis mengenai gunung yang satu ini. Dan puncak gunung bawakaraeng mempunyai arti yaitu “Bawa yang berarti “Mulut” dan Karaeng yang berarti “Tuhan”, jika diartikan secara menyeluruh Bawakaraeng adalah “Mulut Tuhan”.

Kami memulai perjalanan dari Kota Makassar menuju desa Lembana, dimana desa yang berada tepat pada kaki gunung Bawakaraeng atau lokasi pertama untuk menuju ke Pos 1. Desa ini dijadikan para pendaki untuk memarkir kendaraan, beristirahat sebelum memulai pendakian, dan jikalau ada pendaki yang datang dari luar Sul-Sel biasanya menginap di pemukiman warga sebelum memulai pendakian kepuncak.

Sebelum kita memulai pendakian ada baiknya kalau kita berdoa sejenak demi keselamatan dan kelancaran dalam perjalanan kita. Kami memulai perjalanan dari desa Lembana menuju pos 1 yang berjarak kisaran 1760 m, pertama kami disuguhkan hamparan kebun-kebun warga yang ditanami bebrbagai macam sayur-mayur yang tumbuh subur sehingga membuat mata seolah-olah menjadi hijau akibat kehindahannya, setelah itu kami disambut lagi oleh pepohonan yang menjulang tinggi nan indah dimata, yaitu pohon pinus dimana buahnya (Kalpatarung) biasa dijadikan bahan kerajinan seperti kalung, pajangan, dan menjadi symbol penghargaan.

Setibanya kami di pos 1, kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan menuju pos ke-2 yang berjarak kisaran 960 m. dimana pada pos 2 terdapat sumber air bersih atau aliran sungai. Pada pos 2 kami mengisi perbekalan air kami guna menghindari kekurangan cairan.



Setelah istirahat sejenak, kami langsung melanjutkan perjalanan kami menuju pos ke-3 yang berjarak kisaran 235 m, dimana juga pos ini terdapat aliran air sungai sehingga tidak membuat kami kekurangan air selama dalam perjalanan menuju tempat camp pertama. Pada pos ini kami menyempatkan diri untuk mencicipi segarnya air pegunungan asli ini dan membasuh muka agar terasa segar kembali.

Setelah bersih-bersih diri kami langsung melanjutkan perjalanan kami menuju pos ke-4 yang berjarak berkisar 750 m, perjalanan menuju ke pos 4 ini lumayan agak jauh namun kami tetap selalu menikmati pemandangan sekitar yang kami lalui seperti ciri khas gunung yang mempunyai suhu dingin dimana pada keseluruhan pohonnya ditumbuhi oleh lumut jadi mata seolah-olah menjadi hijau terus. Setiba di pos 4 kami singgah beristirahat sejenak mengatur nafas setelah menempuh jarak yang lumayan agak jauh.



Setelah beristirahat cukup lama dan berbincang-bincang sesama teman, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke pos 5 yang berjarak kisaran 986 m, menuju pos ini pun jaraknya lumayan jauh juga sehingga dalam pertengahan perjalanan kami pun harus berhenti sejenak demi mengatur nafas. Setibanya kami di pos 5 kami memutuskan untuk mendirikan camp, jadi untuk malam pertama kami pun harus menginap pada pos 5 dikarenakan kondisi kami yang sudah cukup lelah jadi kami memerlukan istirahat guna memngembalikan stamina yang ada. Dimana pos ini juga terdapat banyak para pendaki yang mendirikan campnya, jadi bisa kita katakana bahwa pos 5 itu adalah pos penginapan. Pos 5 ini pun berada pada pertengahan menuju puncak, pos ini pun juga memiliki sumber air.




Keesokan harinya setelah ngopi dan menyantap makanan lezat, kami pun berkemas dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan kami. Pada pukul 11.00 kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos ke-6 yang berjarak kisaran 910 m, jarak tempunya pun lumayan jauh dan lama karena perjalanan sudah mulai menantang. Setiba di pos 6 kami cuman beristirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan lagi menuju ke pos yang ke-7 yang berjarak kisaran 590 m, setiba di pos kami pun beristirahat lumayan cukup lama dikarenakan jarak yang akan kami tempuh cukup jauh dan sangat menantang yaitu pos 7 menuju pos ke-8 yang berjarak kisaran 1390 m. stibanya kami disana kami pun langsung bertemu dengan sungai dan beristirahat sejenak dan mengatur nafas akibat perjalanan yang sangat menantang.


Setelah beristirahat cukup lama, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos ke-9 yang berjarak kisaran 430 m. setiba disana hari sudah mulai gelap jadi kami memutuskan untuk mendirikan camp pada pos 9.



Pada malam harinya kami pun merencanakan untuk naik kepuncak pada pukul 07.00 besok pagi, demi mendapatkan pemandangan yang menakjubkan. Keesokan harinya pun kami memulai naik kepuncak namun camp tetap berada pada pos 9. Steiba di pos 10 / puncak kami langsung di sambut dengan sunrise yang cukup menawan dan kami pun berada diatas awan. Pengalaman yang tidak bisa kami lupakan dan perjalanan yang seru namun menantang, memicu adrenaling.

Seperti inilah perjalanan kami menuju puncak Gunung Bawakaraeng, banyak pengalaman serta pelajaran hidup dialam bebas yang bisa kami petik. Kami berlima Akbar-Ardi-Adong-Essy-Dilla.
Kategori: Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *